Selamat pagi Solo! Setelah semalaman mengarungi setengah kota Jawa dari stasiun Pasar Senin, akhirnya gue sampai juga di Solo Balapan, tempat yang terakhir gue kunjungin enam tahun yang lalu. Hal yang pertama gue lakuin pas udah nyampe: ngelus-ngelus kereta api Senja Utama, yeah! Terima kasih atas perjalanannya, pagi yang menyenangkan ketika apapun dilihat dari balik jendela.
Seperti biasa, tidak ada yang
berubah dari kota ini, dengan sinar mentari pagi yang masih hangat, para abang
tukang becak, supir taksi dan pengemudi andong menawarkan jasanya, oia tak lupa
juga kuli angkut. Hahahahaha. Tapi, selalu ada yang menarik ketika menginjak
Solo Balapan… ada perempuan cantik yang tengah menunggu, aduh, kalo gue gak
bareng bapak gue, bakalan gue samperin tuh. XD
Belum lagi pas naik Batik Solo Trans
(BTS) kondekturnya cewek. Wew, beneran, gue baru ngeliat kondektur bis seorang
cewek dan memakai kerudung, dan cakep pula. J
Kegiatan
hari pertama:
Ø TES SWASTA!
WTF! Tesnya
mirip kayak SBMPTN, tapi setingkat dibawahnya lah, belum lagi soal keagaamaan
yang ampun-ampunan, *jadi-ngerasa-nyesel-sering-males-pas-belajar-agama-islam*.
Aku yakin, skenario yang telah Kau
siapkan akan selalu jauh lebih baik daripada skenario yang telah aku rencanakan.
TIDAK LULUS.
BEGITULAH.
Tiga
kali tes, tiga kali nilai gue gak lebih dari passsing grade yang ditentuin: 68.
._.
Hari
itu, hari paling mengkhawatirkan sedunia, musababnya gue bukan orang pinter
yang bisa yakin lolos Undangan apalagi SBMPTN. Kalo gak punya cadangan, jadi
apa gue?
Ketenangan bahkan lebih mahal
daripada biaya kedokteran.
Setuju
gak setuju sih gue, tapi apalah daya, gue yakin skenario yang Allah buat pasti
lebih hebat, gakpapa kok gakpapa.
Selepas
pulang, sewaktu senja mulai bangkit, dan langit biru mulai menurunkan tendanya,
gue istirahat sebentar dan bersiap-siap.
Ø SUSU!
HALAH,
BUKAN SUSU MBAK KANTIN OI. WAKAKAKAKAKAKAK. Ini susu SHI JACK. Susu murni yang
terkenal seantero kota Solo, oh iya, oh tidak, rasanya kampret, rasanya tahi!
(CATAT INI BAIK-BAIK: Semakin kasar umpatanku, rasa kagumku makin tinggi)
Ø BERSAMA
TOUR GUIDE TERCINTA, PAPA.
Papaku,
#yailah. Malam hari, tak tampak satupun
bintang-bulan-dan-segala-brother-sisternya. Gue diajak sama ayah gue keliling
kota Solo… Dan dari beliau, gue baru tahu ada stadion Sriwedari, yang gue tahu
selama ini cuma Manahan, gue baru tahu Solo ada beringin kembar yang kayak di
Jogja, gue baru tahu kalo Slamet Riyadi itu pahlawan yang gak tahu dikuburin di
mana, gue baru tahu kalau ada Stasiun Purwosari yang kecil-kecil-cabe-rawit,
gue baru tahu kalau bapak gue sering tidur di stasiun itu yang katanya, sepuluh
tahun yang lalu keadaannya sumpek bin biadab kesumat. HAHAHAHAHAHA.
![]() |
Arah Keraton Solo. Tapi ujan......... |
Gue
pulang ngebawa sempak yang basah. IYA, bukan baju yang basah, tapi sempak yang
basah. Malem itu juga, hujan labil banget, asli, mau gak mau tiap hujan
berhenti, gue duduk dan celana sekaligus sempak gue jadi pembersih utama jok
motor punya sodara gue.
Sampai
saat ini, hari pertama gue selesai.
Dengan
ngebawa sempak yang basah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar