“Aku akan pulang, kamu jangan
khawatir.” Bukankah begitu janjimu? Oke,
aku terlanjur percaya padamu, dan membiarkan kamu pergi.
Keesokan
harinya, kamu berjalan pelan-pelan meninggalkanku, memandangmu lamat-lamat hingga
perlahan memudar. Kamu akan pulang kan? Batinku.