Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Desember 2012

Rain #4 Perlihatkan Kedamaianmu.

Hallo guys, jumpa lagi dengan gue, orang paling ganteng sejagad raya dan seantero bumi. Tapi, akhir-akhir ini gue agak sedikit jelek karena gue makan mulu dan gue............... tetep kurus kaya dulu -_____-"

Mau share lagi tentang project Rain #4 gue yang tiba-tiba terlintas begitu aja. Ini sebuah puisi, bukan cerita ataupun curhatan. Yang ngira ini makanan pasti orang gila deh.

Sebelumnya gue kasih gambar dulu nih. Editan gue sendiri lho. Maklumin ya kalo jelek :D


Dan, ini sebuah puisi buatan gue yang dibuat hari ini dan langsung di-post hari ini juga. Cekidooot!

Lintas suri telah aku jalani.
Tetap tak juga aku temukan di mana nahkoda pemilik payung itu.
Sudah lelah aku menyusuri ranah yang memerah ini.
Terpekur sesaat, lalu tenggelam.

Dalam lebat hujan yang membasahi.
Payung itu masih tetap berkembang.
Tegak dan abadi.
Tak habis meskipun malam menelannya.

"Kau..." Sapaku hangat.
Dia tak bergeming, matanya masih tajam membias cahaya yang mulai menyusup.
Kepalanya menengadah, seolah menjadi pijakan di mana awan berdiri.
"Kau begitu hebat.." Pujiku sembara menatapnya lamat-lamat

Dia berdiri dengan gerakan lambat.
Seperti tak ingin melepas sesuatu.
Badannya berbalik.
Ah. Matanya.... Berbinar cerah.
"Itu mata penuh harapan..." Gumamku nyaris tanpa suara.
Namun ia mendengarnya, seulas senyum tipis mengumbar di bibir pucatnya.

"Kau sama sepertiku." Suaranya tertahan, sedikit bergemetar.
Tulang-tulangku bergemeretak.
Aku sadar, aku tak sendiri.

Meski lelap sedikit lagi akan menhujamku.
Ternyata dia juga sama.
Dia... terlihat begitu tegar dengan payungnya yang merupakan harapannya.
Dan dia... Rela berbagi payung itu.

Untuk aku dan dia.... Sama-sama berlindung dari hujan yang mulai kembali berkelebat.
Namun kini.... Aku tak takut..
Bahkan.. Jika hujan itu benar-benar menenggelamkanku.
Setidaknya payung itu dapat membuat aku dapat memahami arti.
Sebuah harapan yang berkilatan.

*Nyaaawwwwnnnn.* 
Gue yang bikin gue sendiri deh yang sedih. Stange banget kayaknya.
Okelaah. Omong-omong sedikit. Tau film Silent Hill kan? Masa temen gue baru semenit nonton udah keluar karena pengen kencing, dan dia di telepon bapaknya suruh balik. Dan dia murung berhari-hari karena rugi bandar. #OkesipAbaikan #IniBohongKok :DD

Byeee.. !!


Senin, 24 Desember 2012

Third Of 24!


24!
            Olala....! Berjumpa lagi dengan saya, orang paling ganteng dan tampan di seluruh penjuru negeri dan jagad raya. Sampai saat ini, bidadari di surga pun masih ngincer gue buat dijadiin pacar mereka... #BerartiGueHarus___Dong?Engg.....
24-12-2012
Hari ini merupakan hari terbentuknya sejarah baru buat gue..... Mmmm,, sebelum gue ceritain apa sejarah baru itu. Gue pengen ngasih puisi singkat keren buat orang yang berbahagia hari ini bersama gue #Prikitieeeww ^_^

Dimana tempatku menyandarkan nestapa diri?
Bukanlah jelaga-jelaga bening milik bidadari.
Tetapi, jelaga engkaulah yang aku cari, itulah bahumu.

Dimana tempatku berteduh dikala rinai-rinai hujan turun?
Bukanlah atap tinggi nan luas berfondasi emas bernilai triliun
Tetapi, atap sederhana berfondasi kedamaian, itulah sorot binar matamu.

Dimana tempatku membasuh luka-luka itu?
Bukanlah pergi dan berdiam diri di Nebraska ataupun Paradise Fall
Tetapi, cukup diam dan melihat hal terbaik dari dirimu, itulah senyummu.

Lalu, dimanakah tempatku menanamkan sebenih kebahagiaan?
Bukanlah berada di antara bintang-bintang yang bersinar terang.
Tetapi, berada ditempat yang mampu membuatku betah berlama-lama disana, itulah hatimu.

            Gimana puisinya? Jelek ya? Mengecewakan ya? Ahhh enggak apa-apa kok. Tapi itu bikinnya tulus lho buat kamu. Suwer deh :))

Back to topic. Yang tentang terbentuknya sejarah baru hari ini.
“Pelajaran yang paling gue gak suka adalah sejarah.”
“Kenapa?”
“Karena gue gak bisa move on................. Dari pacar gue yang hidup dizaman Megalithikum...” #OkeIntermezzoAja... #IniJugaBukanCiptaanGueSendiri

***
 Sejarah apa Yats?
Ciusss nih gue penasaran banget tentang sejarah yang lu maksud?
Ayook dong ceritain... Please....
Mana nih sejarah yang katanya baru lu buat? Tell me now man!
Idih idih idih, pada gak sabaran yee... Oke gue ceritain nih...

Cerita : Rabu kemaren, tanggal 23-12-2012 pukul 23.17. Mata gue udah merem-melek bin ngantuk banget. Asli deeh.. Gak tau kenapa hari itu gue dilanda rasa kantuk yang teramat sangat, mungkin karena seharian itu gue maen warnet dan nonton tv serta baca buku, jadilah mata gue gak pernah isitirahat.

Ketika gue mulai berbaring #Haseek, gue liat jam dan tanggalan di Hape gue. Dan yaamplop! Gue baru sadar kalo besok itu tanggal 24! OMG, seketika dilema melanda gue malam itu... Gue bingung mau ngasih apa buat dia besok.. Setelah berfikir kurang lebih.................. gak berfikir sama sekali... Gue mutusin buat hadiahin Pengucapan aja.

Eitsss, tunggu dulu, ini bukan pengucapan biasa. Gue ngucapin ‘Selamat tanggal 24’ pada jam 00.01.47 #SejarahSatu=SMSTerpagi. Tuh udah gue gedein + Bold !!

Bedanya dimana? Sebelumnya, bagi yang belom tau gue.. Entah dari kapan, gue mengidap penyakit Ninenight Syndrome. Dimana gue akan merasa ngantuk kalo udah jam sembilan malam, dan gak lama setelah itu gue pasti tertidur... Gak percaya? Lu boleh kerumah gue! XDD

Naaahh, akhirnya demi menjalankan misi gue...  Gue coba buat gak berbaring di kasur, gak berlama-lama cium-ciuman ama bantal, gak berlama-lama peluk-pelukan ama guling. Karena gue gak pengen sesuatu yang gak gue pengenin terjadi yaitu, Tiduuuurrr!!!

Setelah kurang lebih 2 jam setengah yang bagi gue merupakan saat-saat yang paling tidak membahagiakan gue mengetik sebuah pesan yang panjangnya nyampe 5 teks bagian! #SejarahDua=SMSTerpanjang

Dan pada jam 00.01.47 gue mengirim SMS itu... Drrrt..Drrrt.Drrtt.. Message Delivered!!!
Yeaaaaah! Pada saat itu pula gue memecahkan sejarah paling berkelas di dunia.. #SejarahTiga=TidurPalingMalem...
Dan selang beberapa detik kemudian, gak nyampe satu menit, gue tertidur pulas dengan TV yang masih nyala dan Hape yang masih  muter lagu... Dan paginya, ketika gue bangun dan mendapatkan SMS balesan dari Della... Gue seneng, terharu, gembira, bahagia, semua jadi campur aduk dengan bahan utama : Kangen :)))

Okeeeeh finally.. Sorry banget Del, gue gak bisa ngasih apa-apa... Cuma ini doang yang bisa gue kasih. Karena gue pun gak tahu gimana cara yang tepat buat lo seneng. Semoga ini bisa ya J)) Amiinnn... One again, Selamat tanggal 24!!! Yeay!!!

Fine, ini jadi sejarah lagi broo #SejarahEmpat=PostingTerpanjang


Jumat, 13 Juli 2012

Bagian Jiwa

Entah sebab apa aku berkecimpung didunia penulisan.
Terlebih lagi pada menulis puisi.
Tapi, aku merasa begitu nyaman.
Ketika menumpah ruahkan semua keluh kesah di hati.

            Saat aku sedang sendiri.
            Tak ada seorangpun yang menemani.
            Terdiam terhanyut dalam heningnya mimpi.
            Dipeluk erat oleh hempasan sepi.

Hanya puisi.
Yang menemani raga ini.
Mencurahkan segala  resah dalam sebuah pena berisi.
Seribu makna dan hanya diriku sendiri yang mengetahui.

            Meskipun aku tak pandai dan tak pula kaya.
            Tapi aku bangga.
            Bisa menjadi sebuah seniman kata-kata.
            Meskipun aku hanya sebagai pemula.
            Yang tulisanku hanya dianggap sebelah mata.

Aku takkan pernah berhenti.
Meski sampai nanti aku mati.
Merangkai sebuah kata menjadi sebuah puisi.
Dan menciptakan karya yang dikenang abadi dalam dunia dan surgawi

"Kesenanganmu ada dalam dirimu, bagian lain dari jiwamu dapat kau temukan melalui pengorbananmu mencoba apa yang belum pernah kau coba, sampai saatnya tiba, teruslah mencari bagian dari jiwamu."
-Ghiyatsableng- 

Rabu, 04 Juli 2012

Terikat Tak Tersayat

Sahabat.
Meski raga terpisah jauh tak terlihat.
Namun jiwa akan selalu dekat.
Kenangan bersamamu senantiasa ku catat.
Ku jaga sepenuh hati agar tak cacat.

Dulu engkau selalu menemani saat aku kehilangan martabat.
Bahkan ketika hidupku terasa ingin tamat.
Tapi kau selalu memberikan semangat.
Semangat darimu begitu penuh hasrat.

Sahabat.
Walau sampai datangnya kiamat.
Jalinan ini akan tetap kuat.
Terus bersinar dikala dunia pekat.
Memberimu nasihat agar kau tak tersesat.

"Sahabat itu bagai matahari, menyinari dan selalu setia dalam hidupmu kapanpun itu."
-Ghiyatsableng- 

Kamis, 28 Juni 2012

Pudarnya Pesona Ibu

Dalam sunyi senyap malam ini.
Anganmu kian menjauh dariku.
Bersatu dengan melodi indah dalam surgawi.
Membentuk nada mesra penuh cinta.
Aku hanya bisa menangis histeris.
Melihat pusaran kecil itu telah terisi.
Oleh sesosok wanita penuh senyuman manis.
Yang begitu cepat hilang dari dunia hitam ini.
Setiap nafas yang kuhembuskan.
Kulantunkan do’a dengan syahdu mengantarkan kepergianmu.
Dan jua setiap jejak langkah.
Kulukis namamu dalam setiap tapak kaki langkahku.
Aku hanya bisa terdiam bisu tak berguna.
Mengenang seluruh kasih sayangmu terhadapku.
Ibu…
Aku berharap akan cepat beranjak menemanimu dalam singgasana surga.

"Ibu..... Penerang dalam kegelapan, penyemangat dalam kesedihan, serta seseorang yang rela bersabar dan rela berkorban demi kebahagiaan anaknya"
-Ghiyatsableng- 

Jumat, 22 Juni 2012

Derita Cinta Abadi

Kala senyuman rembulan begitu mengagumkan.
Selang kemudian berganti rintihan siluman penuh pembualan.
Ya, itulah engkau dasar bajingan.
Penuh seribu alasan kebohongan.

Meski mulutmu mengeluarkan segumpalan buih.
Perduli apa denganmu yang telah menancapkan luka begitu pedih.
Dan sampai nanti aku berjalan dengan tertatih.
Takkan pernah aku mengatakan lirih.

Dulu engkau yang selalu memberikan kasih.
Kini malah memberikan berjuta perih.
Sejak dia engkau pilih .
Aku semakin tak perduli dan risih saat kau bersedih.

"Orang yang berada di sampingmu, orang yang menyanyangimu, orang yang mengaku sahabatmu, orang yang sangat kau anggap berharga belum tentu mempunyai rasa sayang yang besar terhadapmu. Kamu hanya bisa memikirkan cara untuk kamu tidak membenci mereka, meski mereka membencimu"
-Ghiyatsableng- 

Sabtu, 16 Juni 2012

Aku, Kelamku, dan Anganku

Kalau aku punya uang.
Ingin aku membeli sayap untuk terbang.
Pergi membunuh waktu di kutub utara bersama beruang.
Walau mungkin nyawaku bisa melayang.

Kalau aku punya berlian.
Ingin aku jual untuk pergi ke awan.
Kubangun istana megah dari intan.
Dan kupersembahkan untuk kita berduaan.

Kalau aku punya penjara.
Ingin aku menangkap mu dalam relung jiwa.
Kulapisi sekam dengan cinta penuh gelora.
Agar kau tak pergi kemana-mana.

Tapi itu hanya euforia.
Euforia dari manusia penuh dosa dan tak berguna.
Yang selalu dicercah dan dimaki oleh para penyiksa.
Sehingga menimbulkan sayatan kelam penuh bercak darah dan luka.

Persekian sekon kucoba merajut mimpi dalam angan.
Kupintal dan coba kuwujudkan agar menjadi kenyataan.
Tak habis aku berjuang melawan rintangan.
Agar nanti tercipta kesuksesan di masa depan.

"Ketika engkau memutuskan mimpi apa yang hendak kau raih. Dalam perjalanannya engkau akan menemukan kesulitan. Maka saat itu kuatkanlah hatimu"
-Merry Riana-

Minggu, 27 Mei 2012

Panggung Sandiwara


Cinta......
Begitu mudah kau keluarkan kata-kata tersebut dari birimu yang merah merona.
Tak kau fikirkan aku yang merimanya.
Amatlah bahagia tak terkira.

Luka......
Enteng sekali kau tancapakan kata-kata tersebut kedalam relung jiwa.
Tak kau fikirkan aku yang menerimanya.
Amatlah sakit  rasanya.

Cobalah kau berdiri jadi aku !
Duduk temangu merasakan kelu.
Menopang dagu dirumah kayu.
Fikiran, hati dan rasa selalu bersiteru.
Masing-masing punya pendirian sekeras batu.

Begitulah aku apa adanya.
Bila aku terkhianati oleh kata-kata cinta.
Bagaikan orang terdungu di dunia.
Tak bisa berbuat apa-apa.

Lelah sudah ku berjalan menyusuri waktu.
Hakim hatiku sudah mengetuk palu.
Pertanda bahwa aku harus menerima semua perlakuanmu.
Tentang muslihat cintamu padaku.

Kubiarkan detik demi detik berlalu.
Kucoba lupakan semua sandiwara cintamu.
Aku yakin karma pasti berlaku.
Liat saja hukum alam pasti akan membalasmu.
Tunggulah, tunggu....

"Bagi siapapun itu, seorang pemain cinta bukanlah sesuatu hal yang salah. Tapi mempermainkan cinta merupakan suatu kesalahan terbesar bagi hidupnya."
-Ghiyatsableng- 

Jumat, 18 Mei 2012

Senandung Puisi Terkembang Dalam Hati


Dalam hidup.
Ku merasakan secercah kebahagiaan ketika nafas kuhirup.
Lewat cinta untukku melebihi ambang batas gerhana matahari.
Begitu indah membuai gemulai tubuh bak mati suri.


Nyanyian indah selalu kudendangkan.
Ditemani para ilalang direrumputan yang padang.
Bergoyang ke kanan kekiri begitu riang.
Bahagia ketika kau selalu terngiang-ngiang.
Dalam jiwa yang tak pernah tenang.


Cercaan serta makian datang silih berganti .
Mencoba menghapus rasa cinta yang kini kumiliki.
Mencoba menumpas rasa rindu yang kini kujumpai.
Tak terelak aku akan selalu mencintaimu walau nanti, nanti sampai aku mati.


Kucoba ukir namamu dan aku di prasasti.
Kutancapkan sedalam mungkin agar tetap abadi.
Walau derai hujai dan terik matahari terus menghampiri.
Irisan pena itu takkan mungkin hilang dari batu sampai hati.


Pelangi tujuh warna telah menjadi saksi bisu.
Ranah berdarah inipun telah tahu.
Betapa cinta kita telah direkat kuat oleh belenggu

"Anggaplah aku seperti manusia bodoh, yang terus berusaha mencari cinta sejati, tapi aku terus percaya, bahwa cinta sejati itu ada"
-Ghiyatsableng-