Jumat, 13 Juli 2012

Bagian Jiwa

Entah sebab apa aku berkecimpung didunia penulisan.
Terlebih lagi pada menulis puisi.
Tapi, aku merasa begitu nyaman.
Ketika menumpah ruahkan semua keluh kesah di hati.

            Saat aku sedang sendiri.
            Tak ada seorangpun yang menemani.
            Terdiam terhanyut dalam heningnya mimpi.
            Dipeluk erat oleh hempasan sepi.

Hanya puisi.
Yang menemani raga ini.
Mencurahkan segala  resah dalam sebuah pena berisi.
Seribu makna dan hanya diriku sendiri yang mengetahui.

            Meskipun aku tak pandai dan tak pula kaya.
            Tapi aku bangga.
            Bisa menjadi sebuah seniman kata-kata.
            Meskipun aku hanya sebagai pemula.
            Yang tulisanku hanya dianggap sebelah mata.

Aku takkan pernah berhenti.
Meski sampai nanti aku mati.
Merangkai sebuah kata menjadi sebuah puisi.
Dan menciptakan karya yang dikenang abadi dalam dunia dan surgawi

"Kesenanganmu ada dalam dirimu, bagian lain dari jiwamu dapat kau temukan melalui pengorbananmu mencoba apa yang belum pernah kau coba, sampai saatnya tiba, teruslah mencari bagian dari jiwamu."
-Ghiyatsableng- 

11 komentar:

  1. Keep respect with you.

    BalasHapus
  2. hmmm... mungkin ada alasan kenapa yang anda sebut bagian dari jiwa kita itu musti berpisah dari kita ?

    BalasHapus
  3. ceritanya puisi ini mewakili jiwa yang sedang gaulau ya?hehehehe

    BalasHapus
  4. lagi galau ni pas malem minggu lagi hehehehe

    BalasHapus
  5. Puisinya keren. Sobat memang seniman kata-kata sejati :)

    BalasHapus
  6. Menulis untaian kata yang dalam seperti ini merupakan recept untuk panjang umur...lanjutkan Sob

    BalasHapus
  7. Setelah diliat liat, ternyata ini blog isinya puitis semua -_-

    BalasHapus
  8. tampak oleh mata, terpatri dalam hati, terucap dengan lidah dan diujung inspirasi terukir diblog anda ini,,, (atau mungkin juga pada buku)....!!!
    keep writing... :-)

    BalasHapus