Minggu, 25 Agustus 2013

Maaf, Aku Terlalu Tolol


Maaf.
Maaf.
Maaf.

Maaf untuk segalanya.
Maaf untuk keambisiusanku mempertahankanmu.
Maaf untuk ketidakterimaanku atas apa yang terjadi kepadaku.
Maaf untuk keegoisanku.
Maaf untuk hatimu yang selama ini bersusah payah mencari jalan keluar dari labirin.
Maaf untuk sangkar yang selalu mengungkungmu.
Maaf untuk telingamu yang tidak bisa mendengar suara burung berkicau lagi.
Maaf untuk ketololanku.
Maaf untuk aku yang tidak pernah peduli kamu.
Maaf untuk kebahagiaan yang tak pernah melewati garis start.
Maaf untuk kesedihanmu yang terlampau sering keluar dari finish.
Maaf untuk kebodohanku.
Maaf untuk mimpi yang mengabur karena aku.
Maaf untuk hari-hari kelammu karena wajahku.
Maaf untuk aku yang tidak pernah mendengar kamu.
Maaf untuk batas yang kuberikan padamu.
Maaf untuk harapan-harapan yang terlanjur menguap.
Maaf untuk segalanya.
Maaf untuk segalanya.
Maaf untuk cinta yang sia-sia karena aku.
Maaf untuk sesalku menangkap hatimu.
Maaf untuk kefasihanku menyakitimu.
Maaf untuk tidak bisa membuatmu kembali hidup.
Maaf untuk matamu yang kini tidak lagi berbinar.
Maaf untuk segalanya.
Maaf untuk semua kata-kata maaf ini.
Maaf untuk kata-kata sampahku yang selalu mencekoki mulutmu hingga kau selalu tersengal.
Maaf untuk cinta yang bodoh.
Maaf untuk cinta yang ceroboh.
Maaf untuk segalanya.

10 komentar:

  1. awalnya aneh, pas baru liat kok banyak maaf nya gitu. ternyata setelah dibaca bagus, sedih tapi :"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang lagi dalam tahap kesedihan sob :)

      Hapus
  2. Sebuah ispirasi yang luar biasa sobat, sangat menarik dan mengesankan
    Terima kasih sudah berbagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, kembali kasih sobat :)

      Hapus
  3. Bener. Awalannya aneh. Tapi setelah dibaca sampe akhir bikin sedih juga hahaha.

    BalasHapus